Axelerasi.id, Bandar Lampung – Dua rumah biliar di Bandar Lampung, Faxi Billiard dan Drachen, menggelar laga persahabatan bertajuk “Battle of Guardian” pada Jumat–Sabtu, 13–14 Maret 2026.
Pertandingan hari pertama Jumat 13/03/2026 dilaksanakan di rumah billiar Faxi, hasilnya tim Drachen menang 10-8.
Sabtu 14/03/2026 pertandingan kedua dilaksanakan di rumah billiar Drachen, Tim Faxi berhasil menang dengan skor 10-7.
Pada hari pertama, pertandingan digelar di Faxi Billiard. Sementara hari kedua dilanjutkan di Drachen Billiard.
Laga ini mempertemukan atlet dari kedua tempat latihan tersebut dalam suasana kompetitif namun tetap bersifat persahabatan.
Internal Management Drachen Billiard & Co, Bagus, mengatakan pertandingan ini digelar sebagai ajang friendly match sekaligus untuk mendorong perkembangan olahraga biliar di Lampung.
Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar pertandingan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar-komunitas biliar.
“Tujuannya untuk membangun agar olahraga biliar semakin maju dan atlet-atlet Lampung bisa berkembang lebih baik,” kata Bagus usai diwawancarai di biliar Drachen pada Sabtu malam, (14/3/2026).
Ia mengatakan para atlet tetap melakukan persiapan sebelum bertanding, terutama melalui latihan rutin dan penguatan mental.
Meski pertandingan bersifat persahabatan, pelaksanaannya tetap dikemas secara profesional.
Bagus menilai laga seperti ini juga penting untuk memperluas pengenalan olahraga biliar kepada masyarakat.
“Yang paling utama tentu mempererat silaturahmi dan memperkenalkan biliar lebih luas lagi,” ujarnya.
Ia berharap ke depan perkembangan biliar di Lampung, khususnya di Bandar Lampung, semakin meningkat dan melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Sejumlah atlet Drachen, kata dia, sudah beberapa kali meraih gelar dalam turnamen lokal di Lampung. Namun untuk level nasional, mereka masih terus mempersiapkan diri.
“Semoga atlet Lampung ke depan bisa tampil di turnamen nasional bahkan internasional,” katanya.
Bagus menambahkan para atlet Drachen menjalani latihan rutin dengan durasi cukup intensif.
“Dalam satu hari latihan, mereka bisa menghabiskan waktu hingga empat jam untuk meningkatkan kemampuan teknik dan konsentrasi bermain,” tukas Bagus dengan sejuk menyampaikan pesan.
Sementara itu, Pemilik Faxi Biliar, Angga Wijaya Praja, mengatakan pertandingan persahabatan biliar yang digelar bersama Drachen Billiard menjadi contoh bagi rumah-rumah biliar lain di Bandar Lampung untuk membangun kebersamaan sekaligus membina atlet.
Menurut Angga, kegiatan seperti Battle of Guardian diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak kegiatan antar rumah biliar, terutama menjelang semakin aktifnya organisasi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) di tingkat kota.
“Ini contoh bagi teman-teman rumah biliar. Kita ingin menunjukkan bahwa pertandingan persahabatan seperti ini bisa menjadi ajang kebersamaan sekaligus pembinaan atlet,” kata Angga.
Pertandingan tersebut berlangsung selama dua hari dengan sistem bergantian tempat. Hari pertama digelar di Faxi Billiard pada Jumat malam, sedangkan pertandingan berikutnya berlangsung di Drachen Billiard pada Sabtu malam.
Angga menjelaskan rumah biliar memiliki peran penting dalam memberi ruang latihan bagi para atlet. Saat ini, menurut dia, terdapat sekitar enam atlet yang rutin berlatih di bawah pembinaan.
Rumah biliar, kata dia, tidak hanya menampung atlet yang sudah terdaftar dalam organisasi, tetapi juga membuka kesempatan bagi pemain berbakat yang berpotensi tampil di ajang lebih tinggi, seperti kejuaraan nasional maupun Pekan Olahraga Nasional.
“Rumah biliar ini memberi peluang bagi atlet-atlet berbakat untuk berkembang dan nantinya bisa tampil di kejuaraan yang lebih besar,” ujarnya.
Ia mengatakan sejauh ini para atlet telah beberapa kali meraih prestasi di berbagai turnamen lokal maupun pertandingan fun game di Bandar Lampung.
Menurut Angga, koleksi trofi yang telah diraih mencapai sekitar 24 piala dari berbagai pertandingan tingkat lokal.
Meski belum menembus kejuaraan nasional, ia optimistis pembinaan yang dilakukan rumah biliar dapat melahirkan atlet yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Angga juga berharap pembinaan olahraga biliar di Lampung semakin berkembang melalui dukungan berbagai pihak, termasuk organisasi olahraga dan komunitas biliar.
“Harapannya tentu atlet-atlet Lampung bisa membuat terobosan dan suatu saat tampil di kejuaraan nasional,” kata dia.






