Kamera dan Pena Jurnalis: Senjata Utama Penjaga Stabilitas di Bumi Ruwa Jurai

Lampung496 views

Axelerasi.Id – Di tengah peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) yang jatuh pada Minggu 3 Mei 2026, sebuah pesan mendalam digaungkan dari Bumi Ruwa Jurai. Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, Juniardi, mengajak seluruh insan pers untuk kembali menengok “kompas” profesi: UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Mengusung tema global tahun ini, “Shaping a Future at Peace” (Membentuk Masa Depan yang Damai), momentum ini menjadi pengingat bahwa kamera dan pena jurnalis memiliki kekuatan besar dalam menentukan arah stabilitas nasional.

“Pers harus menjadi jembatan perdamaian, bukan justru menjadi pemicu polarisasi. Momentum 3 Mei ini adalah pengingat untuk terus menghidupkan jurnalisme yang sehat,” ujar Juniardi.

Sebagai alumni Pascasarjana Fakultas Hukum Unila, Juniardi membedah relevansi UU Pers No. 40 Tahun 1999 bukan sekadar sebagai produk hukum, melainkan sebagai pelindung kedaulatan rakyat. Ia menyoroti tiga pilar utama yang harus dijaga:

Kedaulatan Informasi: Kebebasan pers adalah napas demokrasi yang berasaskan keadilan dan supremasi hukum.

Perlindungan Hukum: Mengingatkan publik dan instansi bahwa menghalangi tugas jurnalistik memiliki konsekuensi hukum serius sesuai Pasal 18 UU Pers.

Etika Profesi: Kebebasan harus beriringan dengan akurasi dan kepatuhan pada Kode Etik Jurnalistik.

Peringatan tahun ini juga menjadi cermin bagi para jurnalis untuk berefleksi di tengah gempuran era digital. Tantangannya bukan lagi sekadar kecepatan, melainkan bagaimana mempertahankan nilai luhur profesi di tengah riuhnya informasi yang sering kali bias.

Mantan Ketua Komisi Informasi yang akrab disapa Bang Jun ini berharap jurnalis masa kini mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa menanggalkan integritas. Baginya, pers yang bertanggung jawab adalah kunci untuk menjaga hak asasi manusia dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kebebasan pers yang bertanggung jawab sesuai amanat undang-undang adalah kunci menuju masa depan yang damai. Mari kita jaga integritas ini bersama-sama,” pungkasnya menutup refleksi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *