Axelerasi.Id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Provinsi Lampung berlangsung khidmat namun penuh tuntutan. Bertempat di kawasan ikonik Tugu Adipura, ratusan massa dari berbagai elemen buruh menyuarakan aspirasi mereka, termasuk isu krusial yang menimpa sektor industri media.
Dalam orasinya di atas mobil komando, Deri, perwakilan dari Federasi Serikat Media Independen (FSPM), menyampaikan pesan keras terkait kondisi ketenagakerjaan di dunia media saat ini.
Ia secara khusus menyoroti gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa puluhan pekerja media di salah satu portal berita nasional.
“Kami dari Federasi Serikat Media Independen menuntut perusahaan untuk segera menyelesaikan seluruh hak-hak yang harus dipenuhi kepada para pekerja yang terkena PHK sepihak,” tegas Deri di hadapan massa aksi.
Selain isu PHK, Deri juga membedah bentuk-bentuk “penjajahan modern” yang masih dialami oleh kaum pekerja di era sekarang.
Menurutnya, penindasan terhadap buruh tidak lagi selalu identik dengan kekerasan fisik, melainkan melalui kebijakan yang mencekik Seperti Upah Murah, Kerja Lembur Tanpa Bayaran, Hak Normatif dan Jaminan Sosial Masih banyak perusahaan yang abai dalam memberikan perlindungan sosial dan hak dasar pekerja sesuai undang-undang.
“Penjajahan hari ini tidak hanya berupa senjata atau militer, tapi berupa upah yang murah, kerja lembur tidak dibayar, hingga hak-hak normatif dan jaminan sosial yang tidak diberikan oleh perusahaan,” pungkasnya.
Aksi yang berlangsung di jantung Kota Bandar Lampung ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan berakhir dengan tertib. Massa berharap, melalui momentum ini, pemerintah dan perusahaan media lebih serius dalam memperhatikan kesejahteraan serta perlindungan hukum bagi para jurnalis dan pekerja media lainnya.






