Axelerasi.id, Bandar Lampung – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Bandar Lampung memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-66 pada Kamis, (30/4/2026) malam, di Gedung DPD KNPI Provinsi Lampung.
Peringatan ini tidak sekadar seremoni tahunan. Ketua Umum PC PMII Kota Bandar Lampung, Topik Sanjaya, mengatakan momentum harlah harus dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan peran kader di tengah dinamika sosial.
“Ini bukan hanya perayaan, tetapi ruang evaluasi dan penguatan peran PMII sebagai tempat tumbuh kader,” kata Topik.
Ia menekankan pentingnya organisasi menghadirkan ruang yang aman dan inklusif bagi kader untuk berkembang, baik secara intelektual maupun organisatoris.
Sejumlah tokoh dan alumni PMII turut hadir, di antaranya MABINDA PMII Lampung Fajrun Najah Ahmad, Ketua IKA PMII Lampung Noverisman Subing, serta MABINCAB PC PMII Kota Bandar Lampung Syahrudin Putra.
Dalam sambutannya, Fajrun mengingatkan kembali trilogi PMII: dzikir, fikir, dan amal sholeh.
Menurut dia, nilai tersebut menjadi fondasi gerakan dzikir sebagai kekuatan spiritual, fikir sebagai basis intelektual, dan amal sholeh sebagai praktik nyata.
Adapun Syahrudin menilai PMII telah berhasil mencetak sumber daya manusia yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga dunia usaha.
“Ini bukti kaderisasi yang berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Hidir Ibrahim menyoroti pentingnya keseimbangan antara intelektualitas dan nilai keislaman dalam merespons isu publik.
Ia juga mengingatkan kader agar tidak menyampaikan pendapat tanpa dasar.
“Kritik harus berbasis pengetahuan, bukan sekadar ikut arus,” kata dia.
Peringatan harlah ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur, serta doa bersama untuk para pendiri dan alumni PMII.
Melalui momentum ini, PMII Bandar Lampung diharapkan terus menjaga konsistensi gerakan dan melahirkan kader yang siap berkontribusi bagi masyarakat.






