Axelerasi.Id, BANDAR LAMPUNG — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandar Lampung resmi memulai tahun ajaran baru 2026/2027 dengan menerima ratusan peserta didik baru.
Pada tahun ini, tercatat sebanyak 549 siswa baru mulai mengikuti rangkaian kegiatan orientasi lingkungan sekolah.
Wakil Kepala Humas ( Waka HUMAS ) MAN 1 Bandar Lampung, Dra. Yuniarti, menjelaskan bahwa jumlah rombongan belajar (rombel) tahun ini disesuaikan dengan kapasitas ruangan yang tersedia setelah adanya renovasi.
“Untuk tahun pelajaran 2026/2027 ini ada 549 siswa, yang kami distribusikan ke dalam 14 rombel atau rombongan belajar,” ujar Yuniarti,Senin (13/7/2026).
Yuniarti memaparkan, pada dua tahun berturut-turut sebelumnya, pihak madrasah sempat menerima hingga 16 rombel.
Namun, karena meluluskan 13 rombel pada tahun lalu serta adanya penambahan satu ruangan hasil renovasi, tahun ini MAN 1 Bandar Lampung memutuskan untuk membuka 14 rombel.
Hari pertama masuk sekolah diawali dengan kegiatan apel pagi bersama, diikuti dengan agenda sarapan bersama seluruh siswa baru.
Mengingat jumlah peserta yang cukup besar, pihak madrasah membagi lokasi orientasi ke dalam dua tempat utama demi menjaga kondusivitas penyampaian materi.
“Mengingat jumlah siswanya yang banyak mencapai 549 anak, maka kami bagi dalam dua ruangan. Sebagian mengikuti kegiatan di ruang aula, dan sebagian lagi berada di ruang masjid,” tambahnya
Ada hal baru pada pelaksanaan orientasi madrasah tahun ini. Sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) terbaru dari Kementerian Agama Republik Indonesia, istilah Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) yang biasa digunakan kini resmi berubah menjadi Matamuda.
“Tahun ini sesuai dengan Juknis dari Kementerian Agama Republik Indonesia, kita menggunakan istilah Matamuda, yang maknanya adalah Masa Ta’aruf Murid Madrasah,” jelasnya.
Materi orientasi selama Matamuda tidak hanya berfokus pada pengenalan fisik lingkungan madrasah melalui simulasi gambar ruangan, melainkan juga menanamkan karakter kuat lewat pengenalan Kurikulum Berbasis Cinta.
Pihak sekolah menjabarkan konsep tersebut ke dalam poin-poin utama, seperti cinta sesama dan cinta lingkungan.
Implementasi nyata dari kurikulum berbasis cinta lingkungan ini rencananya akan langsung dipraktikkan oleh para siswa baru pada hari Kamis mendatang.
“Anak-anak akan ditugaskan untuk aksi cinta lingkungan. Pertama terkait dengan kebersihan, kemudian tanggap terhadap tanaman yang ada di sekitarnya. Mereka juga akan melakukan aksi menanam tanaman, baik tanaman bunga maupun buah, di sekitar lingkungan madrasah kita,” pungkas Yuniarti.
Melalui program Matamuda ini, MAN 1 Bandar Lampung berharap para siswa baru tidak hanya dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peduli, berkarakter Islami, serta memiliki rasa cinta yang besar terhadap sesama dan lingkungan sekitar.






