Itera Kembangkan KKI 42 Hektar, Siap Bangun Superblok

496 views
Dok : Axelerasi.Id / "Investor Gathering Kawasan Komersil Itera" | Efrin Kurniadi

Axelerasi.Id , LAMPUNG SELATAN – Akselerasi pembangunan daerah kini tidak lagi bertumpu tunggal pada pemerintah, melainkan lewat kolaborasi strategis dengan dunia pendidikan dan sektor swasta.

Langkah konkret ini ditunjukkan oleh Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui inisiasi proyek Kawasan Kolaborasi Itera (KKI), sebuah megaproyek superblok terpadu yang dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi kawasan sekaligus meningkatkan mutu fasilitasi akademik.

Kesiapan realisasi proyek strategis ini dipaparkan secara komprehensif dalam agenda Investor Gathering bertajuk “Sinergi Inovasi Berdampak, Untuk Kemajuan Bersama” yang berlangsung di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera pada Selasa, 14 Juli 2026.

Ketua Tim Pengembangan Kawasan Komersial Itera, M. Bobby Rahman, S.T., M.Si. (Han), Ph.D., menegaskan bahwa rancangan induk (master plan) kawasan ini sengaja diarsiteki untuk meruntuhkan sekat birokrasi dan membuka ruang integrasi yang luas demi kemandirian institusi dan kesejahteraan mahasiswa.

“Kami menyebutnya Kawasan Kolaborasi Itera agar kita bisa berkolaborasi antara pemerintah, badan usaha, dan perguruan tinggi. Melalui proyek ini, kami ingin generate income yang pada dasarnya nanti akan kembali untuk mendukung Tridharma Itera dan kebutuhan mahasiswa, sehingga mereka bisa mengaktualisasikan diri dengan berbagai fasilitas baru,” ujar Bobby, Selasa ( 14/7/2026)

Kehadiran KKI nantinya akan mengubah lanskap wilayah utara Itera menjadi pusat aktivitas publik modern.

Infrastruktur yang direncanakan tidak hanya berbasis komersial murni, melainkan area multifunction yang mencakup hotel, gedung pertemuan skala besar (auditorium), hingga lifestyle center seperti mal dan plaza.

Lahan seluas 42 hektar telah dialokasikan secara khusus oleh pihak kampus untuk memastikan proyek ini berada di titik paling strategis interkoneksi wilayah.

“Total lahan sekitar 42 hektar yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu lahan seluas 18 hektar and 24 hektar. Lokasinya berada di wilayah utara Itera. Jika kita datang dari arah Kota Bandar Lampung, lokasinya berada di sebelah kiri jalan, dan di sisi kanan setelah melewati gerbang utama Itera,” papar Bobby.

Guna memastikan investasi dapat berjalan cepat tanpa hambatan birokrasi yang berbelit-belit, manajemen Itera memastikan akan bertindak sebagai jembatan langsung yang memfasilitasi kebutuhan para mitra bisnis, baik di tingkat administrasi maupun perizinan daerah.

“Bagi investor yang tertarik, dapat langsung menghubungi Tim Kawasan Kolaborasi Itera. Kami akan memfasilitasi proses diskusi hingga penyusunan proposal rencana pembangunan. Kami juga siap membantu proses perizinan dengan menghubungkan pihak investor ke skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terkait di daerah,” jelasnya.

Visi besar Itera ini disambut positif oleh Pemerintah Provinsi Lampung yang memandang proyek KKI sebagai pemantik baru bagi pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan.

Menyampaikan sambutan resmi mewakili Gubernur Lampung, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung, Drs. Samsurijal, M.M., menggarisbawahi pentingnya model kolaborasi seperti ini untuk direplikasi di tempat lain.

“Alokasi kawasan komersial ini diharapkan akan menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta hadir untuk memberikan nilai tambah yang besar bagi pembangunan daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan,” kata Samsurijal.

Komitmen bersama ini diperkuat dengan penandatanganan Pakta Integritas KKI yang melibatkan Itera, Pemerintah Provinsi Lampung, serta jajaran calon investor.

Sinergi multipihak ini juga mendapat pengawalan langsung dari elemen pengusaha lokal, yang ditandai dengan kehadiran Ketua BPD HIPMI Lampung Gilang Ramadan, serta Kepala Biro Akademik Perencanaan dan Umum Itera Eko Feri Kurniawan, S.Si., M.Si.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *