Axelerasi.Id – Bandar Lampung
SDN 02 Sukarame, Kota Bandar Lampung, hingga kini masih menanti kepastian berlanjutnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terhenti sejak awal 2026.
Sekolah yang sebelumnya menjadi salah satu penerima pertama program ini kini menghadapi ketidakpastian akibat perubahan kebijakan pusat.
Kepala SDN 02 Sukarame, Erdi Hastuty, menjelaskan bahwa program MBG sempat berjalan lancar sejak April 2025 dengan dukungan dapur SPPG Sukarame 1.
Namun, memasuki semester baru 2026, pelaksanaan tertunda karena adanya pengurangan porsi makanan dari 5.000 menjadi 3.000 per dapur.
“Sekolah kami termasuk satuan pendidikan yang terdampak pengurangan itu, sehingga harus dialihkan ke dapur lain,” ujarnya.
Dengan jumlah 480 siswa dan 31 tenaga pendidik, MBG dinilai sangat membantu pemenuhan gizi peserta didik.
Sayangnya, proses perizinan dapur pengganti belum tuntas sejak awal tahun.
“Kalau menurut kami, seharusnya perizinan dapur sudah selesai sebelum anak-anak masuk sekolah, supaya tidak terputus di tengah jalan,” tambah Erdi.
Pada akhir Januari 2026, sekolah menerima informasi bahwa dapur pengganti berasal dari SPPG Muhammadiyah 3 di sekitar Lapangan Way Dadi.
Berbeda dengan sebelumnya, dapur baru ini juga mencatat guru sebagai penerima manfaat.
Meski demikian, hingga kini operasional dapur belum berjalan penuh.
“Kami belum tahu pasti kapan dimulai lagi MBG-nya, entah itu pas bulan Ramadan atau setelah Lebaran.
Masih menunggu dapur baru benar-benar operasional,” pungkasnya.






