Viral Video Pelajar Menyeberang Sungai, Bupati Lampung Timur Janji Hadirkan “Jembatan Merah Putih”

Lampung529 views

Axelerasi.Id – Lampung Timur

Viral video pelajar dan warga Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, yang menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil menuai perhatian publik.

Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai untuk berangkat dan pulang.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menegaskan pihaknya sudah berulang kali meninjau langsung lokasi penyeberangan.

Ia memastikan pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya agar jembatan bisa segera dibangun.

“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran. Saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” ujar Ela, Sabtu (1/2/2026).

Ela menjelaskan, Pemkab Lampung Timur telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk lewat skema bantuan presiden, namun keterbatasan anggaran membuat pembangunan belum bisa direalisasikan.

Untuk jembatan permanen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar. Sementara Pemkab baru mampu mengalokasikan Rp18,99 miliar, sehingga masih memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Di tengah meningkatnya perhatian publik, lintas instansi mulai bergerak cepat. Kodim, Kodam, serta Kementerian Pekerjaan Umum turun langsung ke lapangan.

Sebagai solusi sementara, Bupati Ela mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih.

Menurut rencana, jembatan gantung ini akan dibangun oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua tahun 2026.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga dijadwalkan melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal pelaksanaan.

“BPJN sudah berkoordinasi dan besok akan turun untuk mengukur lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat berisiko,” jelasnya.

Selain jembatan, perbaikan tanggul sungai juga menjadi perhatian. Tanggul yang pendek dan kurang kuat kerap menyebabkan banjir di Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur saat hujan deras.

Derasnya arus sungai bahkan sering membuat tanggul longsor sehingga banjir berulang.

“Masalahnya bukan hanya jembatan. Tanggul sungainya juga harus dibenahi. Pembangunan jembatan permanen nantinya harus didahului dengan feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) agar konstruksi benar-benar aman dan berkelanjutan,” tegas Ela.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap pembangunan Jembatan Merah Putih dapat menjadi solusi sementara yang aman bagi warga dan pelajar, sekaligus menjadi langkah awal menuju penanganan infrastruktur dan pengendalian banjir secara komprehensif di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *