Mahasiswa KKN UIN STS Jambi Ajari Ibu-Ibu Desa Ture Bikin Tas dari Tali Kur

73 views

Axelerasi.id –  Kreativitas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 15 Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menghadirkan kegiatan pemberdayaan bagi ibu-ibu di Desa Ture, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari.

Para mahasiswa mengajak warga belajar membuat kerajinan anyaman menggunakan tali kur, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program KKN yang bertujuan menggali potensi kreativitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha rumahan.

Dari bahan sederhana berupa tali kur, belasan peserta belajar menghasilkan berbagai produk, mulai dari tas selempang mini, dompet ponsel hingga pouch serbaguna.

Beragam produk tersebut dibuat dengan pilihan warna, di antaranya kuning gading dan abu-abu.

Mahasiswa KKN tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi peserta secara langsung mulai dari memilih bahan, membuat simpul dasar, menyusun pola anyaman hingga menyelesaikan produk.

Suasana pelatihan berlangsung santai dan penuh antusiasme. Para peserta langsung mempraktikkan teknik yang diajarkan dan mencoba membuat pola sesuai kreativitas masing-masing.

Meski sebagian peserta baru pertama kali membuat kerajinan tali kur, sejumlah produk berhasil diselesaikan dengan bentuk dan motif yang beragam.

Produk kerajinan tersebut bahkan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan.

Harga jualnya juga relatif terjangkau, yakni mulai Rp35 ribu per produk.

Mahasiswa KKN Posko 15 berharap keterampilan yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Ture.

Produk hasil kerajinan ibu-ibu Desa Ture rencananya mulai dipasarkan melalui media sosial, termasuk akun Instagram pkk_desature dan grup WhatsApp warga.

Pemasaran akan dilengkapi foto produk serta daftar harga sehingga calon pembeli dapat memilih produk sesuai kebutuhan.

Program ini juga menjadi upaya mendorong pemberdayaan perempuan di desa. Ibu-ibu yang sebelumnya memiliki waktu luang dapat memanfaatkannya untuk kegiatan produktif yang berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk memahami bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membangun kemampuan warga agar dapat berkembang secara mandiri.

Dengan memanfaatkan bahan yang sederhana dan mudah diperoleh, masyarakat dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi.

Ke depan, kerajinan tali kur tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan, termasuk melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran digital hingga pengelolaan usaha.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam menggali potensi lokal sekaligus menciptakan peluang ekonomi kreatif di Desa Ture.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *