Axelerasi.Id,LAMPUNG – Bagi sebagian orang, kursi empuk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung adalah sebuah pencapaian besar yang enggan dilepaskan.
Namun, bagi M. Galang Putra Rahman, ada hal yang jauh lebih berharga daripada sekadar jabatan nyaman, sebuah janji dan cinta seorang anak kepada almarhum ayahnya, serta pengabdian tulus untuk tanah kelahiran.
Rabu, 8 Juli 2026, di Kantor DPW PAN Provinsi Lampung terasa begitu hangat.
Hari ini, Galang resmi menerima surat rekomendasi dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju sebagai Calon Wakil Bupati Way Kanan sisa masa jabatan 2025–2030.
Langkah ini bukan sekadar urusan perebutan kursi kekuasaan, melainkan babak baru dari sebuah janji keluarga yang harus dituntaskan.
Maret 2025 menjadi waktu yang kelam bagi masyarakat Way Kanan. Bupati terpilih saat itu, Ali Rahman, berpulang ke Rachmatullah karena sakit.
Kepergian sang tokoh menyisakan duka mendalam, tak terkecuali bagi Galang, putra sulungnya. Kehilangan sang ayah sekaligus mentor hidup tentu meninggalkan ruang kosong di hati Galang.
Namun, alih-alih larut dalam kesedihan atau memilih bertahan di posisinya yang nyaman sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra, Galang justru memilih menjemput takdir baru yang penuh tantangan.
Ia memilih pulang ke Way Kanan, mendengar bisikan nuraninya untuk melanjutkan mimpi-mimpi almarhum ayahnya yang belum sempat terwujud.
Saat ditanya mengenai alasannya melepas posisi strategis di tingkat provinsi demi menjadi Wakil Bupati, kalimat yang keluar dari lisan Galang begitu menyentuh dan sarat akan ketulusan.
“Banyak yang bilang, sebenernya enak menjadi anggota DPRD Provinsi. Tapi, saya bukan menginginkan jabatannya. Saya mau mengabdi dan bertanggungjawab dengan apa yang sudah terjanjikan oleh Almarhum,Bissmillahirohmanirohim,” ujar galang, (8/7/2026)
Niat baik dan ketulusan hati rupanya menjadi magnet yang menggerakkan hati banyak pihak. Satu per satu partai politik memberikan restu.
Mulai dari Gerindra, Demokrat, PKS, PKB, hingga kini PAN resmi melabuhkan dukungannya lewat surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh Zulkifli Hasan dan Eko Hendro Purnomo.
Ketua DPW PAN Lampung, M. Hazizi, mengakui bahwa proses politik ini berjalan dinamis. Namun, pada akhirnya, nama Galang-lah yang terpilih karena dinilai mampu membawa keberlanjutan bagi pemerintahan Way Kanan.
“Kami berharap, DPRD Kabupaten Way Kanan bisa segera melaksanakan pemilihan wakil bupati. Karena prosesnya sudah terlalu lama, sementara roda pemerintah harus terus berjalan,” ungkapnya Hazizi,
lalu kemudian ia menambahkan,
“Maka kita menginstruksikan DPW PAN Lampung, DPD PAN Way Kanan dan Anggota Fraksi PAN Way Kanan untuk mendukung serta memenangkan Galang Putra Rahman.” tambahnya
Mendengar dukungan yang kian solid dari partai-partai koalisi. Dengan senyum ramah khasnya, ia memohon restu dari seluruh lapisan masyarakat agar proses di DPRD Way Kanan nanti berjalan lancar.
“Alhamdulillah untuk partai sudah semua. Mohon doanya,” tutupnya
Jika nanti terpilih di DPRD, Galang akan bahu-membahu mendampingi Bupati Ayu Asalasiyah yang tak lain adalah rekan mendiang ayahnya saat berjuang di Pilkada 2024 lalu.
Kombinasi ini diharapkan tidak hanya melahirkan roda pemerintahan yang stabil, tetapi juga sebuah ikatan kerja yang emosional dan harmonis demi kesejahteraan warga.
Bagi masyarakat Way Kanan, sosok Galang bukan sekadar calon pemimpin muda yang didukung koalisi besar.
Ia adalah simbol dari sebuah bakti anak kepada orang tua, dan bukti bahwa di atas panggung politik yang kerap dinilai dingin, masih ada ketulusan, tanggung jawab, dan janji yang dirawat dengan penuh rasa hormat.






