Bukan Cuma Milik Akademisi, Ruang Riset Cemara Bedah Cara Mengubah Rasa Penasaran Menjadi Riset Ilmiah

182 views

Axelerasi.Id – BANDAR LAMPUNG – Meneliti pada dasarnya sangat dekat dengan proses berpikir manusia sehari-hari. Aktivitas sederhana seperti mengamati gejala, mengajukan pertanyaan, mencari informasi, hingga menarik kesimpulan merupakan fondasi utama dari sebuah riset ilmiah.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam Research Talks Episode I bertema “Membongkar Cara Menghasilkan Pengetahuan” yang diselenggarakan oleh Ruang Riset Cemara secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (9/9/2026). Diskusi perdana ini menghadirkan Dr. Darmawan Purba sebagai pembicara utama dan Yahnu W. Sanyoto sebagai session chair.

Dalam forum tersebut, dibahas bahwa perbedaan mendasar antara pencarian jawaban sehari-hari dengan penelitian ilmiah terletak pada proses yang dijalankan. Penelitian ilmiah menuntut penggunaan data yang sistematis, metode yang terukur, serta hasil yang dapat diuji dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Narasumber membedakan dua pendekatan utama dalam memulai sebuah penelitian, yakni problem-driven research dan curiosity-driven research.

Pendekatan problem-driven research berangkat dari masalah yang sudah teridentifikasi jelas, seperti adanya kesenjangan antara teori dan kenyataan, kegagalan penjelasan ilmiah, hingga persoalan praktis di lapangan. Sebagai contoh, pendekatan ini dapat dipakai untuk meneliti mengapa dua desa yang menerima bantuan atau intervensi serupa bisa mengalami tingkat perkembangan yang jauh berbeda.

Di sisi lain, curiosity-driven research justru bermula dari rasa penasaran terhadap suatu fenomena yang belum sepenuhnya dipahami. Pada tahap awal, peneliti tidak harus langsung memiliki rumusan masalah yang kaku, melainkan melakukan eksplorasi untuk menemukan pola atau pertanyaan tersembunyi. Contohnya, rasa penasaran mengapa isu sampah perkotaan yang berdampak luas jarang dijadikan gagasan utama dalam kampanye politik calon kepala daerah.

Kedua pendekatan tersebut bermuara pada pentingnya merumuskan pertanyaan penelitian (research question) sebagai pintu masuk produksi pengetahuan. Pertanyaan tersebut kemudian ditelusuri melalui kajian literatur, diperiksa dengan temuan empiris, lalu dianalisis untuk menghasilkan pemahaman baru.

Secara ringkas, alur penelitian disederhanakan mulai dari realitas di lapangan, timbulnya keterkejutan dan rasa penasaran, hadirnya masalah, perumusan pertanyaan, hingga akhirnya melahirkan pengetahuan ilmiah.

Melalui gelaran Research Talks Episode I ini, Ruang Riset Cemara ingin mengajak publik—khususnya para peneliti pemula—melihat bahwa ide riset tidak selalu harus bersumber dari rumusan masalah yang rumit sejak awal. Rasa penasaran terhadap fenomena di sekitar dapat menjadi titik mula yang sah untuk membangun riset yang sistematis dan bertanggung jawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *