KSOP Bakauheni Pastikan Pelayaran Selat Sunda Normal Pasca-Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK)

576 views
Dok : Axelerasi.Id / Capt. Suratno - Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni | Efrin Kurniadi

Axelerasi.Id – LAMPUNG SELATAN — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni memastikan aktivitas penyeberangan kapal ferry di lintasan Pelabuhan Bakauheni (Lampung) menuju Pelabuhan Merak (Banten) tetap berjalan aman dan lancar pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau pada 5 September 2026.

Meskipun aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sempat menimbulkan erupsi abu vulkanik, pihak otoritas pelabuhan menyatakan belum ada gangguan signifikan terhadap keselamatan pelayaran.

Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, mengungkapkan bahwa jarak pandang (visibility) para nakhoda di perairan Selat Sunda sejauh ini masih berada dalam taraf aman untuk melakukan gerakan olah gerak kapal.

“Terkait dengan erupsi, sampai saat ini memang ada gangguan sedikit terkait jarak pandang. Namun, jarak pandang tersebut masih dalam konteks aman untuk teman-teman nakhoda. Semalam itu jarak pandang berkisar sekitar 3 miles atau kurang lebih 5 kilometer. Dari jarak ini masih cukup aman untuk pergerakan olah gerak kapal,” ujar Capt. Suratno Minggu ( 6/9/2026 ).

Ia menambahkan, dampak abu vulkanik pada jalur penyeberangan diminimalisasi oleh kesiapan teknis armada kapal yang beroperasi.

Karena kru kapal menjalankan tugas pelayaran dari dalam anjungan, potensi paparan debu langsung dapat diredam.

“Secara keselamatan pelayaran saat ini untuk penyeberangan belum terganggu secara signifikan. Karena pertama, mungkin efek abu mereka laksanakannya di dalam anjungan, sehingga kita ada beberapa mekanisme di kapal seperti screen wiper atau pembersih kaca dan seterusnya.

“Jadi sampai saat ini pelayaran masih aman,” jelasnya.

Menanggapi langkah antisipasi dan keselamatan penumpang maupun operasional kapal di area pelabuhan, pihak KSOP bekerja sama intensif dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Pihak ASDP juga telah menyiapkan langkah mitigasi penanganan dampak abu vulkanik sejak malam pasca-erupsi.

“Teman-teman ASDP kemarin malam sudah melakukan tindakan, termasuk salah satunya penyiraman area pelabuhan dan pembagian masker. Secara prinsip, keselamatan pelayaran saat ini masih aman untuk dilayari dengan jarak pandang yang cukup aman untuk bernavigasi di sisi Bakauheni. Untuk sisi Merak juga tidak ada masalah karena jarak pandang di sana cukup bagus,” tegas Suratno.

Pihak KSOP Kelas IV Bakauheni bersama instansi terkait menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan kondisi perairan secara berkala guna menjamin keselamatan seluruh pengguna jasa penyeberangan Selat Sunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *