Pesan Kaesang dan Nyala Kader PSI Bandar Lampung: Politik, Rasa, dan Riang Gembira

5,022 views
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep bersama Ketua DPD PSI Kota Bandar Lampung, Randy Adytia Gumay Gumanti di Jakarta.

Axelerasi.id, Jakarta – Sebuah video singkat dari Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, sampai ke tangan para kader di Bandar Lampung.

Durasi mungkin tak panjang, namun pesan yang dititipkan terasa hangatbseolah menyapa dari dekat, bukan dari kejauhan kekuasaan.

“Terima kasih semuanya, selalu semangat berjuang untuk PSI. Saya titip, Bandar Lampung, struktur harus rampung sampai tingkat TPS,” ujar Kaesang.

Di ruang-ruang kecil tempat kader berkumpul, pesan itu tidak berhenti sebagai instruksi organisasi.

(Fungsionaris DPD PSI Bandar Lampung bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep). 

Ia menjelma menjadi percakapan, menjadi semangat, bahkan menjadi semacam “rasa memiliki” yang tumbuh perlahan.

Ketua DPD PSI Kota Bandar Lampung, Randy Adytia Gumay Gumanti, membaca pesan itu bukan hanya sebagai arahan politik, tetapi juga sebagai bahasa kepercayaan.

Baginya, perhatian dari seorang ketua umum yang dikirim secara personal melalui video memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar koordinasi struktural.

“Ini bukan sekadar instruksi. Ini kepercayaan yang dititipkan kepada kami,” kata Randy kepada Redaksi Axelerasi usai diwawancarai dengan nada lembut dan komprehensif melalui via telpon whatsapp Sabtu malam, (6/6/2026) tepat dihari kelahiran sang proklamamator RI bapak Soekarno.

Di titik ini, politik tidak lagi sekadar angka dan struktur.

Ia menjadi soal rasa tentang bagaimana kader merasa dilihat, didengar, dan dipercaya.

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, relasi semacam ini sering kali lebih kuat daripada sekadar garis komando.

Randy menyebut, pesan itu menjadi energi baru bagi kader untuk bergerak lebih dekat dengan masyarakat.

Konsolidasi organisasi tetap penting, tetapi pendekatan kepada warga menjadi jiwa yang tak terpisahkan.

PSI, dengan jargon “politik riang gembira”, mencoba menghadirkan wajah politik yang lebih cair tidak kaku, tidak berjarak.

Dalam konteks itu, gaya komunikasi Kaesang yang santai justru menemukan relevansinya: sederhana, tetapi mengena.

Di Bandar Lampung, semangat itu diterjemahkan dalam kerja-kerja kecil  menyapa warga, mendengar keluhan, dan memastikan bahwa partai hadir bukan hanya saat momentum politik, tetapi juga dalam keseharian.

“Perhatian ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian,” ujar Randy.

Barangkali, di situlah politik menemukan sisi kebudayaannya ketika ia tidak hanya berbicara tentang kekuasaan, tetapi juga tentang hubungan manusia.

Tentang bagaimana sebuah pesan, yang dikirim melalui layar, bisa berubah menjadi nyala semangat di lapangan.

Dan dari sebuah video singkat, Bandar Lampung menerima lebih dari sekadar pesan  ia menerima kepercayaan yang kemudian dirawat dalam kerja, dan dijaga dalam semangat yang riang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *