Dari Bersih Pantai hingga Donor Darah, Cara M Junaidi Memimpin Demokrat Lamsel

807 views

Axelerasi.id, Lampung Selatan – Kepemimpinan tidak selalu harus ditunjukkan melalui pidato atau keputusan besar.

Terkadang, ia justru terasa dari hal-hal sederhana yang menyentuh kehidupan orang lain. Membersihkan pantai untuk menjaga alam, hingga menyumbangkan darah untuk membantu pasien yang membutuhkan.

Semangat itulah yang terus dibangun Ketua DPC Partai Demokrat Lampung Selatan, Muhammad Junaidi, melalui rangkaian kegiatan sosial yang melibatkan kader dan pengurus partai.

Bagi Junaidi, pengabdian kepada masyarakat tidak cukup berhenti di ruang politik. Kehadiran partai juga perlu dirasakan melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat menyentuh kehidupan masyarakat.

Setelah sebelumnya menggelar aksi bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, kini DPC Partai Demokrat Lampung Selatan kembali bergerak melalui kegiatan donor darah, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan bertajuk Darah Demokrat untuk Ibu Pertiwi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat tahun 2026, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Dua kegiatan dengan sasaran berbeda itu membawa pesan yang sama: kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan.

Jika bersih pantai menjadi upaya menjaga lingkungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya, donor darah menjadi ikhtiar membantu sesama yang mungkin tengah berjuang mempertahankan hidup.

Di bawah kepemimpinan Junaidi, kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar kehadiran Partai Demokrat tidak hanya terasa saat agenda politik berlangsung, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai anggota Komisi V DPRD Lampung, Junaidi memiliki ruang pengabdian di ranah legislatif. Namun, melalui kegiatan yang digerakkan di tingkat daerah, pengabdian itu juga berusaha diterjemahkan ke dalam kegiatan yang dapat melibatkan kader dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Aksi donor darah pada Rabu itu diikuti pengurus partai, kader, simpatisan hingga anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat. Mereka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti proses donor darah.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Lampung Selatan, Ahmad Johani, mengatakan donor darah merupakan bentuk kepedulian sederhana yang dapat memberikan arti besar bagi orang lain.

“Setetes darah yang kita berikan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi saudara kita yang sedang membutuhkan, bisa memiliki arti yang sangat besar,” kata Ahmad Johani.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk memeriahkan peringatan hari jadi partai, melainkan juga menjadi kesempatan bagi kader untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

“Momentum HUT ke-25 ini kita jadikan sebagai kesempatan untuk berbagi dan hadir di tengah masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan semakin banyak kader maupun masyarakat yang tergerak untuk mendonorkan darahnya,” ujarnya.

Ahmad menambahkan, kepedulian sosial semestinya tidak hanya muncul ketika ada peringatan atau momentum tertentu. Semangat berbagi dan gotong royong perlu terus dirawat agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut sejalan dengan rangkaian kegiatan sosial yang dilakukan DPC Partai Demokrat Lampung Selatan. Kepedulian terhadap lingkungan dan aksi kemanusiaan menjadi dua cara berbeda untuk mengingatkan bahwa pengabdian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Di balik kegiatan itu, ada kader yang meluangkan waktu untuk membantu, ada tangan yang ikut menjaga lingkungan, dan ada kesediaan seseorang menyumbangkan darahnya demi orang lain yang bahkan mungkin tidak dikenalnya.

Hal-hal sederhana itulah yang membuat kegiatan sosial memiliki makna lebih dari sekadar agenda organisasi.

Bagi DPC Partai Demokrat Lampung Selatan, peringatan HUT ke-25 partai pun menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian. Sementara bagi Junaidi, keberlanjutan kegiatan sosial menjadi salah satu cara menjaga agar partai tetap dekat dengan masyarakat melalui kerja nyata.

Sebab, kepemimpinan pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa besar organisasi yang dipimpin, melainkan juga tentang seberapa jauh semangat kepedulian dapat tumbuh dan menggerakkan orang lain untuk berbuat baik.

Dari pantai yang dibersihkan hingga darah yang disumbangkan, pesan yang ingin disampaikan tetap sama: pengabdian tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu dihadirkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *