Di Balik 65 Hewan Kurban Golkar Lampung, Ada Warga yang Menunggu Sepotong Harapan

Lampung272 views

Axelerasi.id – Pagi itu, halaman Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Lampung tak hanya dipenuhi deretan sapi dan kambing.

Di sudut-sudutnya, warga berdiri dengan wajah penuh harap menunggu sesuatu yang bagi sebagian orang mungkin sederhana, tetapi bagi mereka adalah kebahagiaan yang lama dinanti daging kurban.

Di momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, DPD Partai Golkar Lampung menyembelih 65 hewan kurban terdiri dari 54 ekor sapi dan 11 ekor kambing.

Namun angka-angka itu tak sekadar statistik. Ia menjelma menjadi cerita tentang kebersamaan, gotong royong, dan tangan-tangan yang saling menguatkan.

Ketua DPD Partai Golkar Lampung, Hanan A Rozak, tampak turun langsung.

Bersama Sekretaris Aprozi Alam, ia ikut menyembelih sapi kurban.

Di tengah aktivitas itu, ia menyebut kurban bukan sekadar rutinitas tahunan.

“Ini tentang keikhlasan dan kepedulian. Tentang bagaimana kita hadir untuk masyarakat,” ujarnya Kamis, (28/5/2026).

Di antara hiruk pikuk kegiatan, Ketua AMPI Lampung, Avicenna Isnaini, ikut menyatu dengan suasana.

Ia tak hanya menyaksikan, tetapi terlibat dalam proses distribusi daging kepada warga.

Baginya, Iduladha adalah momentum untuk benar-benar merasakan denyut kehidupan masyarakat.

“Ada kebahagiaan yang tidak bisa diukur ketika melihat warga tersenyum menerima daging kurban. Di situlah makna berbagi itu terasa nyata,” kata Avicenna.

Sementara itu, Ketua Panitia Kurban, Yuhadi, menyebut dari total 65 hewan, sebanyak 12 sapi dan 4 kambing dipotong di kantor DPD.

Sisanya tersebar di berbagai daerah di Lampung melalui kader dan simpatisan partai.

Ia juga mengungkapkan, salah satu sapi kurban berasal dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, beserta keluarga.

Selain itu, kontribusi datang dari sejumlah pejabat daerah dan kader partai.

Namun yang menarik, hampir seluruh sapi yang disembelih merupakan sapi lokal.

“Kami ingin peternak daerah juga ikut merasakan dampaknya,” ujar Yuhadi.

Menjelang siang, satu per satu kantong daging kurban mulai dibagikan.

Warga dari kaum dhuafa hingga masyarakat sekitar menerimanya dengan penuh syukur.

Ada yang langsung pulang, ada pula yang masih bertahan, sekadar berbincang dan menikmati suasana kebersamaan.

Di hari itu, kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan.

Ia menjadi jembatan menghubungkan mereka yang memberi dan mereka yang menerima, dalam satu rasa kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *