Anggota Komisi V DPRD Lampung Dorong Pemerintah Pusat Blokir Platform Negatif

DPRD Lampung1,141 views

Axelerasi.Id – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Syukron Mukhtar, menyoroti maraknya praktik seksualitas tidak sehat yang terjadi di tengah masyarakat saat ini. Menurutnya, salah satu faktor utama pemicu masalah tersebut adalah kemudahan akses melalui berbagai aplikasi digital.

“Ini tentu tidak terlepas dari mudahnya hidup kita hari ini dengan banyaknya aplikasi-aplikasi yang ada, baik yang positif maupun negatif. Kalau kami lihat, di antara sebab praktik seksualitas yang tidak sehat itu terjadi karena adanya kemudahan akses,” ujar Syukron saat memberikan keterangan.

Terkait hal tersebut, Syukron mendorong pemerintah pusat melalui kementerian yang membidangi urusan digital untuk mengambil tindakan tegas terhadap aplikasi-aplikasi yang dinilai memberi ruang bagi praktik tersebut.

“Kami barangkali hanya bisa menyarankan ke pusat, dalam hal ini mitra Komisi I yaitu Kementerian Digital. Jika memang ada data aplikasi tertentu yang memudahkan praktik seksualitas ini, ya dimatikan saja. Direkomendasikan untuk tidak beredar di Indonesia, sehingga masyarakat lebih terjaga dan meminimalisir kejadian yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Selain penanganan dari sisi digital, Syukron juga menekankan pentingnya bagi pemerintah untuk memahami akar permasalahan secara menyeluruh, apakah fenomena ini dipicu oleh gaya hidup anak muda, sekadar coba-coba, atau didasari oleh motif ekonomi.

Ia pun mengajak instansi terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga untuk lebih aktif dalam merangkul generasi muda melalui program-program yang positif dan produktif.

“Perlu juga Dinas Pemuda dan Olahraga membuat anak-anak muda itu sibuk dengan kegiatan-kegiatan positif. Kemudian dinas terkait bersama pemerintah juga bagaimana berupaya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat kita, sehingga mereka punya pekerjaan yang mapan. Dengan kesibukan pada hal-hal positif, hal-hal negatif ini bisa diabaikan oleh mereka,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *