Axelerasi.Id, BANDAR LAMPUNG – Wakil Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung untuk meninjau langsung kualitas pendidikan di tingkat dasar dan menengah.
Kunjungan ini merupakan momen bersejarah karena menjadi kali pertama pimpinan tinggi negara menyambangi sekolah rakyat di wilayah Lampung.
Kepala Sekolah SRT 35 Bandar Lampung, Anton Hamidi, menyambut hangat kehadiran Wakil Presiden.
Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap institusi pendidikan yang berfokus pada masyarakat bawah.
“Kami sangat bergembira bahwa Sekolah SRT 35 Bandar Lampung ini mendapatkan kunjungan dari Bapak Wakil Presiden. Ini menumbuhkan semangat ke murid-murid untuk bisa maksimal dalam belajarnya,” ujarnya,Jum’at (8/5/2026).
Dalam agenda peninjauan tersebut, Wakil Presiden melihat secara dekat proses belajar mengajar di kelas Bahasa Inggris dan kelas literasi.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kemampuan dasar siswa agar mampu bersaing di era global.
Selain aspek akademik, SRT 35 juga memamerkan keberagaman ekstrakurikuler yang menjadi wadah pengembangan karakter siswa.
Pertunjukan yang ditampilkan meliputi bela diri karate, kesenian hadroh, paduan suara, hingga tari tradisional Lampung.
“Siswa kami juga menunjukkan kemampuan dalam pidato bahasa Arab, bahasa Inggris, dan puisi. Bahkan, satu siswa kami dijadwalkan akan mengikuti Jambore Nasional di Cibubur pada Agustus mendatang,” tambahnya.
Menanggapi isu fasilitas pendidikan, Anton Hamidi menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang selama ini terjalin antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Saat ini, sekolah tersebut membina 75 siswa yang terbagi menjadi 50 siswa SD dan 25 siswa SMP.
“Sejauh ini apa yang sudah diberikan pemerintah pusat dan daerah kepada SRT 35 memang sudah memadai dengan kondisi kami. Harapannya ke depan adalah pemaksimalan program agar sekolah ini bertambah maju sesuai dengan harapan Bapak Presiden,” tutupnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pemacu bagi sekolah-sekolah rakyat lainnya di Lampung untuk terus meningkatkan standar layanan pendidikan meski di tengah keterbatasan.
(Efrin)











