Axelerasi.id – Di tengah derasnya arus informasi digital, dua jurnalis Lampung membuktikan bahwa karya jurnalistik tak hanya berhenti pada berita, tetapi juga bisa menjadi inspirasi dan penggerak perubahan.
Adalah Atika Oktaria S. Nilam, jurnalis Lampung Post, bersama Siti Khoiriah, jurnalis Kupas Tuntas, yang berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Video Kreatif yang digelar Dinas BMBK Provinsi Lampung dalam rangka HUT ke-62 Provinsi Lampung.
Lewat karya berjudul “Dari Viral ke Vital, Jalan Simpang Korpri–Purwotani Kini Jadi Andalan”, keduanya mengangkat cerita sederhana namun berdampak besar, tentang infrastruktur yang dulunya viral karena keluhan, kini menjadi vital bagi masyarakat.
Bagi Atika dan Ria, karya ini bukan sekadar lomba. Lebih dari itu, ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai jurnalis yang tak hanya melaporkan, tetapi juga merekam perubahan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa jurnalis juga bisa hadir lewat karya kreatif yang dekat dengan masyarakat,” tersirat dari semangat yang mereka tuangkan dalam video tersebut.
Keduanya juga dikenal aktif sebagai konten kreator di lingkungan Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung. Peran ini membuat mereka tak hanya piawai menulis, tetapi juga mampu menyampaikan pesan melalui visual yang kuat dan menyentuh.
Apresiasi pun mengalir dari berbagai pihak. Ketua IJP Abung menyampaikan rasa bangganya.
“Selamat ya buat konten kreator IJP, keren, kalian tiada duanya,” ujarnya.
Ucapan serupa juga datang dari Bendahara Umum IJP, Septiani, serta rekan-rekan jurnalis lainnya yang melihat pencapaian ini sebagai bukti bahwa jurnalis mampu terus berkembang di era digital.
Di balik capaian itu, terselip pesan mendalam bagi para jurnalis. Bahwa profesi ini bukan hanya soal identitas, tetapi juga karya.
“Ketika kamu mengaku jurnalis, maka akan muncul pertanyaan: karyamu apa dan sejauh mana?” menjadi refleksi yang seakan dihidupkan oleh Atika dan Ria melalui prestasi mereka.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk memberi makna. Dari sebuah karya, lahir cerita. Dari cerita, tumbuh inspirasi.
Dan dari tangan dua jurnalis ini, publik kembali diingatkan, bahwa karya yang tulus akan selalu menemukan jalannya untuk berdampak.











