Axelerasi.id – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Mahan Agung, rumah dinas Gubernur Lampung, Minggu (8/3/2026). Di tengah perayaan Festival Cap Go Meh, ratusan tokoh masyarakat berkumpul menyaksikan pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Lampung serta Perhimpunan Penulis Sastra Mandarin Lampung.
Momentum itu tidak sekadar seremoni organisasi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan budaya, literasi, dan semangat regenerasi masyarakat Tionghoa di Lampung.
Dalam prosesi pelantikan tersebut, Christian Chandra kembali dipercaya memimpin PSMTI Lampung untuk periode ketiga, masa bakti 2025–2029. Sebanyak 76 pengurus resmi dikukuhkan untuk menjalankan berbagai program sosial, pendidikan, dan kebudayaan.
Christian menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi titik awal memperkuat kebersamaan di dalam organisasi sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Ini awal kita memperkuat kebersamaan. Ke depan, kami ingin lebih banyak anak muda tampil memimpin dengan ide-ide segar agar PSMTI terus berkembang mengikuti zaman,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang telah memfasilitasi pelantikan tersebut di Mahan Agung.
Pada kesempatan yang sama, pengurus Perhimpunan Penulis Sastra Mandarin Lampung periode 2025–2030 juga resmi dilantik. Ketua perhimpunan tersebut, Steven Cheng, menyampaikan tekad untuk menghidupkan kembali aktivitas literasi Mandarin yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
Menurutnya, sebelum pandemi, komunitas tersebut rutin menerbitkan majalah berbahasa Mandarin hingga empat kali dalam setahun. Kini, tradisi itu ingin dihidupkan kembali.
“Kami ingin kembali memperkenalkan sejarah, budaya, dan pengalaman berharga melalui tulisan. Bahasa Mandarin bukan hanya untuk perdagangan, tetapi juga jendela untuk memahami peradaban Tiongkok yang sudah berusia ribuan tahun,” kata Steven Cheng.
Steven yang juga menjabat Sekretaris PSMTI Lampung sekaligus Ketua Badan Koordinator Pendidikan Bahasa Mandarin Lampung mengatakan, perhimpunan tersebut merupakan satu-satunya wadah sastra Mandarin di Indonesia yang diakui oleh pemerintah Tiongkok.
Hal itu, menurutnya, menjadi tanggung jawab besar untuk terus merawat literasi dan memperluas pemahaman budaya melalui karya sastra.
Acara pelantikan semakin semarak dengan perayaan Cap Go Meh yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Sekretaris Umum PSMTI Peng Suyoto, serta jajaran Forkopimda se-Lampung.
Christian Chandra menilai momen tersebut juga menunjukkan kuatnya nilai toleransi di Lampung. Tahun ini, perayaan Imlek dan Cap Go Meh berlangsung berdekatan dengan bulan suci Ramadan.
“Ini menunjukkan betapa kuatnya persaudaraan kita di Indonesia,” ujarnya.
Dengan dukungan 22 bidang organisasi di bawah koordinasi 12 wakil ketua, PSMTI Lampung berkomitmen terus bergerak dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan kebudayaan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat di Provinsi Lampung.
Di balik pelantikan itu, tersimpan harapan besar: agar budaya, literasi, dan semangat kebersamaan terus tumbuh, sekaligus diwariskan kepada generasi berikutnya.










