Gubernur Lampung: Pesantren Bantu Tekan Angka Anak Putus Sekolah

Uncategorized154 views

Axelerasi.id – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan keberadaan pondok pesantren memiliki peran penting dalam membantu mengurangi angka anak putus sekolah di Provinsi Lampung.

Menurut dia, pesantren turut menyelamatkan puluhan ribu anak yang tidak tertampung di sekolah menengah, sekaligus membantu menjaga kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut.

“Pondok pesantren memiliki peran vital dalam menyelamatkan puluhan ribu anak putus sekolah dan menjaga Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung,” ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Sabtu.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, terdapat ketimpangan cukup besar antara jumlah lulusan sekolah menengah pertama dan ketersediaan bangku di sekolah menengah atas.

Setiap tahun, kata dia, terdapat sekitar 130 ribu lulusan SMP di Lampung, sementara jumlah bangku yang tersedia di SMA hanya sekitar 90 ribu.

Kondisi tersebut menyebabkan puluhan ribu siswa berpotensi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Dari sekitar 130.000 lulusan SMP setiap tahunnya, hanya tersedia sekitar 90.000 bangku di SMA, sehingga masih ada puluhan ribu siswa yang terancam putus dalam memperoleh akses pendidikan,” katanya.

Ia menyebutkan sekitar 20 ribu lulusan SMP yang tidak tertampung di SMA akhirnya dapat melanjutkan pendidikan melalui ribuan pondok pesantren yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Lampung.

Menurut dia, keberadaan sekitar 1.400 pondok pesantren di Lampung terbukti menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda berakhlak sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di daerah.

“Saya tidak dapat membayangkan seandainya tidak ada pesantren di Provinsi Lampung, mungkin Indeks Pembangunan Manusia kita bisa bertambah turun, bahkan kemiskinan kita bisa bertambah juga,” ucapnya.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Lampung pada tahun anggaran 2026 juga mengalokasikan bantuan dana hibah bagi pondok pesantren.

Bantuan tersebut diserahkan kepada 20 pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan guna membantu pengembangan fasilitas serta kegiatan pendidikan di lingkungan pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *