Hujan Deras Di Bandar Lampung Sejumlah Titik Tergenang Banjir, Sukarame Jadi Sungai

Axelerasi.Id – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama kurang lebih dua jam pada Jumat (6/3/2026) sore, kembali menelanjangi buruknya infrastruktur drainase di wilayah kota Bandar Lampung.

Salah satunya di Jalan Endro Suratmin, tepatnya di depan Lapangan Perbakin menuju Kampus UIN RIL Kelurahan Sukarame terendam banjir hingga ketinggian 50 sentimeter yang mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh.

Kondisi ini bukan sekadar faktor alam, melainkan dampak nyata dari ketiadaan saluran pembuangan air yang memadai di sepanjang titik tersebut.

Tanpa adanya drainase yang berfungsi, badan aspal beralih fungsi menjadi kanal penampung air raksasa yang menjebak puluhan pengendara motor hingga mengalami mati mesin di tengah genangan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung pun menuai kritik pedas karena dinilai abai terhadap pembenahan infrastruktur dasar di wilayah Sukarame yang kian padat penduduk.

Warga merasa pembangunan selama ini hanya berorientasi pada estetika pusat kota dan proyek mercusuar, sementara sistem sanitasi dan aliran air di jalur penyangga justru dibiarkan terbengkalai selama bertahun-tahun.

“Ini bukan fenomena baru, setiap hujan lebat kami selalu was-was. Masalahnya sepele tapi fatal, yaitu tidak ada saluran air di depan Lapangan Perbakin ini, namun anehnya Pemkot seolah menutup mata dan tidak pernah melakukan pembangunan sodetan permanen,” ujar Anggerda salah satu warga setempat.

Sikap pasif Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung dalam merespons titik-titik rawan genangan ini dianggap sebagai bentuk kegagalan dalam memberikan rasa aman bagi warga.

Alokasi anggaran daerah pun dipertanyakan kemana arahnya, mengingat masalah banjir di jalur utama seperti Jalan Endro Suratmin seharusnya menjadi prioritas utama sebelum dampaknya merugikan ekonomi warga lebih luas.

Kritik juga datang dari para pengguna jalan yang menganggap Pemkot tidak memiliki rencana induk (masterplan) penanggulangan banjir yang komprehensif.

Warga kini mendesak Wali Kota Bandar Lampung untuk segera turun dari zona nyaman dan memberikan instruksi tegas guna membangun sistem drainase yang layak di wilayah Sukarame sebelum jatuh korban jiwa akibat banjir yang terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *