BI Lampung Sediakan Rp4,5 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadhan Dan Idul Fitri

Lampung310 views

Axelerasi.Id – Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung menyiapkan dana sebesar Rp4,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang baru menjelang Ramadhan dan Idulfitri tahun ini.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BI Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menjelaskan bahwa dana tersebut tidak hanya disalurkan melalui aplikasi Pintar, tetapi juga mencakup distribusi ke perbankan serta pengisian mesin ATM.

“Rp4,5 triliun itu merupakan total keseluruhan, baik yang lewat aplikasi maupun yang kami dropping ke perbankan dan mesin ATM,” ujarnya Jum’at (27/2/2026)

Menurut Bimo, tingginya antusiasme masyarakat membuat sistem penukaran sempat mengalami kendala teknis.

“Slot yang tersedia terbatas, sementara permintaan masyarakat jauh lebih besar. Hal ini menimbulkan beban berlebihan pada server sehingga akses menjadi sulit,” jelasnya.

Meski demikian, BI memastikan penukaran tetap berjalan sesuai aturan dengan verifikasi KTP dan kuota yang telah ditetapkan.

Ia menambahkan, pengumuman mengenai penukaran uang baru sudah disampaikan jauh-jauh hari agar masyarakat dapat mempersiapkan diri.

“Kami pastikan masyarakat yang masuk kuota penukaran bisa mengakses layanan dengan menunjukkan KTP. Aturan main ini juga berlaku di perbankan yang melakukan verifikasi data,” kata Bimo.

Selain fokus pada distribusi uang baru, BI Lampung juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu.

Bimo menegaskan bahwa kasus uang palsu di Lampung masih relatif kecil dibandingkan jumlah uang beredar.

“Kami terus mengkampanyekan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah agar masyarakat memahami ciri-ciri keaslian uang. Edukasi ini juga kami perluas hingga ke kelompok disabilitas,” katanya.

BI Lampung turut mendorong masyarakat untuk meningkatkan penggunaan transaksi non-tunai sebagai langkah pencegahan peredaran uang palsu.

“Dengan transaksi digital, risiko terkena uang palsu bisa dihindari karena dana langsung masuk secara aman,” tambah Bimo.

Dalam penanggulangan uang palsu, BI tergabung dalam badan koordinasi bersama kepolisian dan kejaksaan untuk memperkuat pengawasan serta penindakan.

Upaya ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rupiah sekaligus mendukung kelancaran transaksi menjelang Ramadhan dan Idulfitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *