Axelerasi.Id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung mencatat capaian 2,7 juta penerima sejak diluncurkan setahun lalu. Namun dari jumlah tersebut, realisasi aktif saat ini baru menyentuh sekitar 1 juta anak sekolah.
Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Demokrat, Deni Ribowo, menegaskan MBG dirancang untuk menjamin kesetaraan gizi bagi seluruh anak tanpa membedakan latar belakang sosial.
“Anak pejabat, wartawan, buruh semua harus mendapat kualitas gizi yang sama di sekolah,” ujar Deni di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).
Dari sisi infrastruktur, target pembentukan 795 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lampung kini telah terealisasi 712 unit. Sisanya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan distribusi dan pasokan bahan baku.
Deni mengakui pada awal pelaksanaan sempat terjadi pelanggaran di Lampung Utara. Kasus tersebut, kata dia, telah ditindak tegas dan menjadi evaluasi bagi pengelola SPPG.
Menurutnya, tantangan utama program terletak pada ketersediaan dan kualitas bahan baku. Pemerintah mendorong agar pasokan sayur, buah, beras, dan ikan dipenuhi dari wilayah sekitar SPPG, khususnya dari Lampung, guna menjaga kualitas sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Ia menekankan pengawasan harus diperketat dengan melibatkan sekolah dan puskesmas setempat. Jika ditemukan SPPG yang tidak menjalankan program sesuai petunjuk teknis dan membahayakan keselamatan anak, ia meminta agar unit tersebut ditutup dan diganti.
“Keselamatan anak adalah hukum tertinggi. Ini bukan bisnis. Ini menyangkut masa depan generasi dan Indonesia Emas 2045,” tandasnya.











