Axelerasi.id – Penurunan kuota BBM bersubsidi jenis biosolar di Lampung dinilai bukan sekadar persoalan antrean di SPBU. DPRD Provinsi Lampung mengingatkan, kebijakan tersebut berpotensi berdampak langsung terhadap roda perekonomian daerah.
Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung, Yusnadi, menegaskan biosolar merupakan penopang utama aktivitas sektor produktif di Lampung, mulai dari pertanian, perikanan, UMKM hingga distribusi logistik.
“Harus dikaji dan dibaca secara riil kebutuhan masyarakat. Jangan hanya melihat angka statistik. Tidak dikurangi saja sudah terjadi antrean, apalagi kalau dikurangi,” kata Yusnadi, Rabu (18/2/2026).
Ia menilai, kebijakan berbasis angka serapan administrasi tidak boleh mengabaikan fakta lapangan. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, antrean biosolar masih kerap terjadi di sejumlah SPBU, menandakan kebutuhan riil masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.
Berdasarkan data dari Pertamina Patra Niaga, kuota biosolar Lampung tahun 2026 tercatat sekitar 779.231 kiloliter atau turun 1,45 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara kuota pertalite menjadi 663.420 kiloliter atau merosot sekitar 11,41 persen dibanding 2025.
Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Lampung, Sopian Atiek, menyebut penyesuaian dilakukan karena tingkat penyerapan tahun sebelumnya dinilai belum optimal.
Namun DPRD mengingatkan, pengurangan kuota di daerah agraris seperti Lampung bisa berdampak berantai terhadap biaya produksi dan distribusi barang.
Jika pasokan tersendat, bukan hanya pengguna BBM yang terdampak, tetapi juga harga kebutuhan pokok di pasaran.
Apalagi menjelang arus mudik Lebaran, Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera diprediksi mengalami lonjakan kendaraan dari Pulau Jawa.
“Jika terjadi kelangkaan saat arus mudik, ini akan memicu persoalan baru yang serius,” ujar Yusnadi.
Selain mendesak evaluasi kuota, DPRD juga meminta aparat penegak hukum memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oknum tertentu.
“Pengawasan distribusi harus diperketat agar tidak ada yang bermain di tengah kesulitan masyarakat,” pungkasnya











