Axelerasi.Id – Bandar Lampung
Bandar Lampung — Anggota Komisi II DPRD Lampung, Mikdar Ilyas, menegaskan pentingnya hilirisasi ayam potong di daerah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.
Lampung selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi penghasil ayam potong terbesar, namun sebagian besar produksinya justru dikirim ke luar daerah tanpa diolah lebih lanjut.
Menurut Mikdar, kondisi tersebut merugikan masyarakat Lampung karena potensi keuntungan dan lapangan kerja tidak maksimal dirasakan di daerah.
“Lampung ini tidak kurang dari 15 juta sampai 18 juta ekor ayam dikirim ke Pulau Jawa. Kalau dikelola di sini, ada nilai tambah besar yang bisa kita dapatkan,” ujarnya Senin (9/2/2026)
Ia mencontohkan, keuntungan dari rumah potong ayam bisa mencapai Rp3.000 per ekor.
“Bayangkan kalau Rp.3000 dikali 16 juta ekor saja, itu hampir Rp50 miliar. Nilai sebesar ini seharusnya bisa dinikmati masyarakat Lampung,” Jelasnya
Selain keuntungan finansial, hilirisasi ayam potong juga diyakini mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Mikdar menekankan bahwa rencana pembangunan dapur MBG yang mencapai 1.300 unit akan menjadi pemicu semangat bagi peternak untuk meningkatkan produksi Pangsa pasar.
“Kebutuhan dapur MBG dan masyarakat luas akan menyerap hasil peternak,” tambahnya.
Mikdar memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan rumah potong ayam berskala besar di provinsi lampung.
“Kami di Komisi II, dari Fraksi Gerindra, sangat mendukung. Ini memang sudah lama saya suarakan,” tegasnya.
Ia juga berharap agar pemerintah daerah dapat menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaan rumah potong ayam.
Dengan begitu, keuntungan yang dihasilkan tidak hanya dinikmati oleh pihak swasta, tetapi juga masuk ke kas daerah.
“Kalau bisa, ini melibatkan BUMD supaya Lampung mendapat banyak keuntungan,” kata Mikdar.
Dengan dukungan legislatif dan rencana investasi yang sedang berjalan, hilirisasi ayam potong di Lampung diharapkan segera terealisasi.
Langkah ini diyakini akan memperkuat ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta menjadikan Lampung sebagai pusat pengolahan ayam potong nasional.







