Warga Soroti Jembatan Kalipasir–Way Bungur, Kritik Viral di Media Sosial

Lampung764 views

Axelerasi.Id – Bandar Lampung

Sebuah video kritik terhadap kondisi penyeberangan di Desa Kalipasir, Kabupaten Lampung Timur, viral di Facebook dan memicu perhatian warganet.

Video berdurasi sekitar satu menit tiga puluh detik itu diunggah oleh akun bernama Andre Angler Liar pada Minggu (1/2/2026).

Dalam tayangan tersebut, Andre menyoroti belum terbangunnya jembatan penghubung Kalipasir–Way Bungur.

Ia menyebut pelajar setempat masih harus menyeberang menggunakan perahu tanpa perlengkapan keselamatan, sehingga membahayakan keselamatan anak-anak sekolah.

Andre juga mengklaim mendapat telepon dari Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang memintanya menghentikan video tersebut.

Namun ia menegaskan akan terus bersuara hingga jembatan benar-benar dibangun.

“Terima kasih untuk Wakil Gubernur Lampung yang semalam sudah telepon dan suruh menghentikan video saya,Saya tidak akan pernah berhenti sebelum jembatan ini benar-benar dibangun,” ujarnya dalam video.

Selain menyoroti aspek keselamatan, Andre melontarkan kritik keras kepada pemerintah daerah yang dinilai belum memprioritaskan pembangunan fasilitas dasar.

Ia menyebut Desa Kalipasir telah berdiri sejak 1960, namun akses penyeberangan masih menjadi persoalan hingga kini.

Unggahan tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet dan kembali memunculkan sorotan atas kebutuhan infrastruktur penghubung di wilayah Lampung Timur.

Video itu menuai beragam tanggapan dari warganet dan kembali memunculkan sorotan atas kebutuhan infrastruktur penghubung di wilayah tersebut.

Sementara itu keterangan resminya bahwa dalam unggahan tersebut adalah Disinformasi Fitnah Kebencian (DFK)

“Ngeri!!! Wagub Lampung Telfon warga yang protes pembangunan jembatan, suruh berhenti buat Video”

!!! Narasi yang fitnah.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela tidak pernah menelefon warga, tidak pernah menyuruh berhenti merekam, dan tidak pernah mengintimidasi siapapun.

Fakta di plintir, publik disesatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *