Axelerasi.Id – Bandar Lampung
Bandar Lampung — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Lampung kembali menyoroti persoalan konflik antara manusia dan gajah yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Lampung.
Melalui kanal media sosial resminya, Fraksi PKS menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terus berulang dan telah menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.
Dalam unggahan video bertajuk “Konflik Gajah, Kapan Berakhir?” Fraksi PKS menegaskan bahwa penanganan konflik gajah tidak boleh bersifat reaktif semata, melainkan harus dibarengi dengan kebijakan yang solutif dan berkelanjutan.
“Setelah kemarin adanya korban dan kejadian yang terjadi berulang, seharusnya perlu adanya tindakan untuk mencegah. Kebijakan yang solutif, bukan hanya sekadar reaktif ketika ada konflik saja,” ujar Yusnadi
Konflik gajah di Lampung telah menjadi isu lingkungan dan sosial yang kompleks, terutama di wilayah penyangga kawasan hutan seperti Way Kambas dan sekitarnya.
Fraksi PKS mendorong pemerintah provinsi dan instansi terkait untuk segera merumuskan langkah-langkah strategis, seperti penguatan sistem mitigasi, pembangunan pagar pengaman, serta edukasi masyarakat di daerah rawan konflik.
Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PKS, termasuk Yusnadi, dikenal aktif menyuarakan isu-isu lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Fraksi PKS juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam upaya perlindungan satwa dan pencegahan konflik yang merugikan kedua belah pihak.












