Axelerasi.id – Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung membuka Laboratorium Kewirausahaan Pendidikan di ruang samping Gedung PSPM, Senin (5/10/2026).
Ruang yang sebelumnya kosong tersebut kini dimanfaatkan sebagai tempat mahasiswa belajar dan mempraktikkan kewirausahaan secara langsung.
Laboratorium itu nantinya menjadi tempat penjualan berbagai produk yang dibuat mahasiswa melalui mata kuliah Kewirausahaan Pendidikan.
Dengan adanya laboratorium tersebut, pembelajaran kewirausahaan tidak hanya dilakukan melalui teori di dalam kelas.
Mahasiswa juga didorong untuk terlibat langsung mulai dari mencari ide bisnis, membuat produk, menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), membuat konten hingga memasarkan produk yang dihasilkan.
Peresmian laboratorium dihadiri Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung Heru Juabdin yang mewakili Dekan yang sedang menjalankan tugas dinas luar.
Hadir pula Sekretaris Program Studi Pendidikan Matematika yang mewakili Ketua Program Studi, sejumlah dosen, termasuk dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan Pendidikan, serta mahasiswa Pendidikan Matematika.
Heru mengapresiasi pembukaan laboratorium tersebut. Ia berharap laboratorium benar-benar menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu kewirausahaan.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kegiatan seperti ini. Harapannya, laboratorium ini benar-benar menjadi wadah implementasi ilmu kewirausahaan bagi mahasiswa. Kegiatan yang berjalan di dalamnya harus bersih dari segala bentuk pungutan liar,” ujar Heru.
Menurutnya, Laboratorium Kewirausahaan Pendidikan ke depan akan berada di bawah Laboratorium Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Sementara pengelolaannya akan dilakukan langsung oleh mahasiswa dengan dosen berperan memberikan pemantauan dan bimbingan.
“Ke depan, laboratorium ini akan dibawahi oleh Laboratorium Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dengan pengelolaan dilakukan langsung oleh mahasiswa. Dosen berperan memantau dan membimbing, bukan mengelola, agar mahasiswa benar-benar belajar mandiri,” katanya.
Sekretaris Program Studi Pendidikan Matematika yang hadir mewakili Ketua Program Studi turut mengapresiasi terwujudnya laboratorium tersebut.
Ia berharap keberadaan laboratorium dapat membuat mahasiswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan, tetapi juga mampu mempraktikkannya.
“Laboratorium ini diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori kewirausahaan, tetapi mempraktikkannya secara langsung,” ujarnya.
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan Pendidikan, Noviana Riskiana Dewi, mengatakan pembelajaran yang dilakukan tidak sebatas mencari ide bisnis.
Mahasiswa juga belajar membuat produk, menghitung HPP, membuat konten hingga memasarkan produk tersebut.
“Kita bukan hanya belajar ide bisnisnya, membuat produk, HPP, konten, dan pemasarannya,” ujar Noviana.
Menurutnya, keberadaan laboratorium tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha.
“Ini merupakan satu langkah kecil untuk wadah adik-adik berkembang. Seribu langkah dimulai dari satu langkah kecil,” katanya.
Noviana berharap laboratorium tersebut tidak hanya dimanfaatkan selama mahasiswa menjalani perkuliahan.
Ia ingin ruang tersebut tetap menjadi tempat belajar dan mengembangkan usaha, bahkan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
“Harapannya, ini bisa menjadi wadah belajar di kemudian hari setelah lulus kuliah,” ujarnya.
Keberadaan Laboratorium Kewirausahaan Pendidikan sekaligus menjadi upaya Program Studi Pendidikan Matematika memperluas bekal mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pendidik, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengembangkan usaha dan menciptakan peluang kerja.
Ke depan, aktivitas mahasiswa di laboratorium tersebut akan menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana pembelajaran kewirausahaan dapat diterapkan secara nyata.
Bukan hanya dari peresmian laboratorium, tetapi dari keberanian mahasiswa memproduksi, memasarkan hingga mempertahankan produk yang mereka kembangkan.






