Axelerasi.Id – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, menyampaikan aspirasi sekaligus kritik dari pengguna jasa PT PT ASDP Indonesia Ferryterkait layanan dermaga eksekutif pada penyeberangan Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.
Saat melakukan penyeberangan pada Jumat malam (6/2), Budiman menerima sejumlah keluhan penumpang mengenai lamanya waktu sandar kapal eksekutif. Ia menyebut, durasi perjalanan yang seharusnya sekitar 1 jam 30 menit justru molor hingga 2 jam 30 menit karena kapal harus menunggu di tengah laut.
“Saya tanyakan ke petugas, katanya kapal masih menunggu kapal lain keluar dari dermaga. Ini jelas bukan pelayanan eksekutif,” tegasnya, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, pelayanan kelas eksekutif seharusnya memberikan kepastian waktu dan prioritas sandar. Jika kapal tetap harus menunggu karena dermaga belum tersedia, maka layanan tersebut dinilai tidak berbeda dengan kelas reguler, sementara tarif yang dikenakan lebih tinggi.
“Kalau namanya eksekutif, begitu kapal datang dermaga harus siap. Apalagi ini bukan musim libur panjang,” ujarnya.
Selain persoalan waktu tunggu, Budiman juga menyoroti fasilitas kapal eksekutif yang dinilai belum menunjukkan perbedaan signifikan dibanding layanan reguler. Ia bahkan menyebut adanya pencampuran kendaraan pribadi dengan truk yang dianggap tidak sesuai standar layanan eksekutif.
Ia berharap manajemen PT ASDP Indonesia Ferry segera melakukan evaluasi, terutama menjelang periode libur panjang Hari Raya, agar pelayanan dapat ditingkatkan sesuai dengan standar yang dijanjikan.
“Masih ada waktu untuk perbaikan. Pelayanan harus sesuai kesepakatan awal, yakni 1 jam 30 menit. Jika dermaga belum siap, harus dipersiapkan secara matang,” pungkasnya.






