Axelerasi.id – Pemerintah Provinsi Lampung memperkirakan konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya akan meningkat sekitar 5 hingga 15 persen selama Ramadhan hingga Lebaran 2026.
Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Sopian Atiek, mengatakan peningkatan tersebut terjadi seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat pada periode tersebut.
“Ketika Ramadhan dan Lebaran untuk konsumsi bahan bakar minyak ataupun LPG pasti ada peningkatan, karena konsumsi masyarakat bertambah,” ujar Sopian Atiek di Bandar Lampung, Selasa.
Ia memproyeksikan kenaikan permintaan tertinggi akan terjadi pada periode H-15 hingga H+15 Lebaran, bertepatan dengan masa operasional satuan tugas (Satgas) pengawasan energi.
“Kita prediksi kenaikan tinggi terjadi sesuai dengan masa Satgas berlangsung, yaitu 15 hari sebelum Lebaran dan 15 hari setelah Lebaran itu akan ada kenaikan sampai 15 persen. Dan kalau kita lihat dari Januari–Februari ini, peningkatan itu tidak pernah kurang dari 10 persen,” katanya.
Sopian menjelaskan kuota LPG dan BBM di Lampung pada 2026 relatif hampir sama dengan tahun 2025, meskipun terdapat penyesuaian pada beberapa jenis bahan bakar.
“Kuota tahun ini fluktuatif, ada yang bertambah, ada yang berkurang, tapi rata-rata bertambah. Di Januari ini juga ada peningkatan kuota karena berdekatan dengan awal Ramadhan,” ujarnya.
Menurutnya, biasanya konsumsi BBM dan LPG pada Januari–Februari tidak terlalu tinggi. Namun tahun ini terjadi peningkatan karena mendekati momentum Lebaran.
Berdasarkan data Pertamina, konsumsi LPG pada Januari meningkat sekitar 10 persen dari kuota yang tersedia, sedangkan pada Februari telah mencapai sekitar 13 persen dari kuota yang ditetapkan.






