Axelerasi.Id – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Americo, menegaskan pentingnya sinergi antara orang tua, guru, dan pemerintah dalam mengantisipasi dampak negatif penggunaan internet pada anak-anak sejak usia dini.
Thomas menjelaskan, anak-anak saat ini bahkan sejak usia tiga tahun sudah terbiasa bermain gadget.
Kondisi ini membuat pendampingan keluarga menjadi semakin menantang.
“Intinya memang agak sulit mengkanalisasi dari pihak keluarga, karena anak-anak sudah terbiasa bermain gadget. Maka peran orang tua sangat penting untuk mendampingi dan mengarahkan anak pada hal-hal positif,” ujarnya Senin, (09/3/2026).
Selain keluarga, peran guru juga dinilai krusial dalam memberikan literasi digital di sekolah. Guru diharapkan mampu mengenalkan media sosial dan aplikasi yang membawa pengaruh positif bagi pembelajaran.
“Guru harus bisa memberikan informasi tentang kanal digital yang bermanfaat, sehingga anak-anak tidak hanya sekadar bermain, tetapi juga belajar,” tambahnya.
Thomas menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar mengenalkan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran anak untuk menggunakan internet secara sehat dan produktif.
Dengan begitu, anak-anak dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran, bukan sekadar hiburan.
Lebih jauh, Thomas menyoroti peran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam menutup akses terhadap aplikasi berbahaya.
“Peran Komdigi adalah menutup kanal yang membawa pengaruh negatif, seperti judi online atau aplikasi yang merusak. Dengan begitu, proses pembelajaran anak-anak tidak akan terganggu,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah ini tidak akan menghambat proses belajar anak-anak karena yang ditutup hanyalah akses ke aplikasi berbahaya, sementara ruang pembelajaran digital tetap terbuka.
Dengan demikian, anak-anak tetap bisa memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang mendukung perkembangan mereka.
“Orang tua mendampingi, guru memberikan arahan, dan Komdigi menutup akses negatif. Sinergi ini akan menjaga anak-anak kita tetap aman sekaligus produktif di era digital,” pungkas Thomas.






